Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Punya anak Yang nakal?Masukkan Pesantren Aja!

Thursday, August 5, 2021 | August 05, 2021 WIB Last Updated 2021-08-05T07:57:56Z

Ilustrasi Santri 

Escope
 - Salam Pengetahuan bagi Kita Semua!

Hello, Knowledgers!


Disclaimer: Mohon budayakan membaca dengan teliti sebelum berkomentar. Postingan ini tidak untuk menggeneralisasi atau menyudutkan pihak manapun.


Tidak. Haha. Judul hanyalah satire belaka untuk para orang tua yang memasukkan anaknya yang nakal ke pondok pesantren dengan tujuan mengubah sifatnya menjadi lebih baik.


–—–


Anak yang nakal memang menjadi permasalahan di tingkat keluarga. Semua orang tua pasti menginginkan anaknya untuk bertingkah dan bertutur baik kepada semua orang.


Memasukkan anaknya ke pondok pesantren pun menjadi pilihan karena selain si anak bisa mendalami ilmu agama, pondok pesantren juga dinilai bisa mengubah sifat nakal anaknya menjadi lebih baik dan sholeh/sholehah.


Apalagi dengan sistem pengajaran yang diterapkan di pondok pesantren, di sana dalam 24 jam penuh para santri tinggal di lingkungan pondok untuk belajar ilmu-ilmu agama Islam.


Namun, benarkah dengan memasukkan anak nakal ke pondok pesantren bisa mengubah karakternya menjadi lebih baik?


Jawabannya TIDAK (semudah itu). Berikut beberapa alasan dari saya, mengapa anak nakal tidak direkomendasikan untuk dimasukkan ke pondok pesantren:


1. Pondok pesantren bukanlah tempat yang cocok bagi anak-anak nakal.


Pondok pesantren adalah tempat bagi para santri dengan semangat tholabul 'ilmi yang tinggi dan ikhlas sepenuh hati untuk dibina, dididik, dan ditempa oleh para ustaz/kyai dalam mencapai target ukhrowi.


2. Aturan pondok pesantren yang sangat ketat.


Jika di rumah, anak sering bangun kesiangan, mandi berlama-lama, kecanduan game dan media sosial, suka merundung, sering bolos pelajaran, atau bahkan melawan guru, pasti akan susah bagi anak Anda untuk menaati semua aturan dan budaya yang ada di pondok pesantren nantinya.


3. Memberi dampak buruk bagi santri lain.


Santri lain mau tidak mau pasti akan terkena imbas dari kenakalan si anak. 

Misalnya, perundungan kepada sesama santri atau ketika si anak bangun kesiangan (karena memang tidak mau bangun subuh), pasti yang disalahkan pertama kali adalah teman-temannya karena tidak membangunkannya, apapun alasannya. 

Selain itu, bukannya terpengaruh di lingkungan anak-anak alim, bisa jadi ia malah menularkan kenakalannya pada santri lain.


Sangat disayangkan apabila orang tua mengancam anaknya yang nakal untuk dimasukkan pondok pesantren, seakan-akan pondok pesantren merupakan penjara bagi anak-anak nakal. Padahal senakal-nakalnya anak adalah buah dari didikan orang tuanya sendiri.


Jika si anak memiliki karakter yang tidak baik sedari kecilnya, baik karena didikan orang tua sendiri, lingkungan, maupun pergaulan, maka hanya kecil kemungkinan anak tersebut bisa berubah menjadi lebih baik melalui pendidikan di pondok pesantren.


Ditambah dengan paksaan orang tua, anak yang nakal akan semakin nakal selama pendidikan. Jika orang tuanya tidak mengizinkan anaknya keluar dari pondok pesantren, anak nakal akan melawan aturan yang membuatnya dikeluarkan. Kalaupun ia bertahan dan berhasil lulus, bisa jadi akan kembali ke sifat semula dan gelar "lulusan pondok pesantren"-nya akan dipertanyakan.


Sebenarnya, orang tualah yang harus mendidik karakter dan akhlak anak karena mereka adalah guru terbaiknya dan rumah sebagai sekolah/madrasah pertamanya.


Jadi, pikirkan lagi, ya, Bund. Kalau mau memasukkan anak Anda ke pondok pesantren, kecuali kalau dari hati si anak mau untuk menimba ilmu agama, mengikuti aturan yang ada, dan niat untuk berubah menjadi lebih baik.

×
Berita Terbaru Update